Tagged: kelebihan bisnis

Bisnis Kreatif Kerajinan Daur Ulang Limbah

Banyaknya limbah atau sampah yang setiap harinya diproduksi masyarakat, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yang ada di sekitar mereka. Segala macam usaha dilakukan pemerintah dan instansi swasta untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah sampah yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Program pemerintah untuk mengolah semua sampah, ternyata dimanfaatkan sebagian masyarakat menjadi peluang usaha baru yang bertujuan menyelamatkan lingkungan dari limbah sampah.

Dengan munculnya peluang bisnis kreatif daur ulang limbah, dapat mengurangi jumlah limbah yang menumpuk serta memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pelaku bisnisnya. Limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, dengan kreativitas dan inovasi dari para pelaku bisnis, limbah sampah dapat didaur ulang dan dirubah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Limbah organik seperti kayu, dedaunan, kulit telur serta tulang hewan dapat didaur ulang dan diolah menjadi berbagai kerajinan unik atau diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan untuk limbah anorganik seperti plastik, kaca, karet, dan logam bisa didaur ulang menjadi barang – barang kerajinan yang sangat cantik.

Konsumen

Konsumen produk daur ulang adalah semua orang. Karena produk limbah sampah dapat didaur ulang menjadi berbagai produk yang kreatif dan inovatif. Selain diterima masyarakat umum, produk daur ulang limbah juga digemari para aktivis pecinta lingkungan.

Info bisnis

Maraknya pencegahan global warming yang dilakukan berbagai kalangan masyarakat baik nasional maupun internasional, mendorong warga Indonesia untuk ikut serta melakukan kegiatan cinta lingkungan. Banyaknya sampah dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat yang kreatif menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.

Berbagai macam produk kerajinan seperti tas, topi, dompet, sandal, aksesoris wanita, kap lampu, lampion, kotak pensil, boneka horta, tempat tisu, vas bunga, serta masih banyak lagi produk kerajinan hasil daur ulang limbah yang dapat menjadi produk bisnis menguntungkan.

Keuntungan yang diperoleh dari bisnis kerajinan daur ulang limbah ini ternyata cukup besar. Bahkan beberapa pelaku bisnisnya sudah berhasil mengantongi puluhan juta rupiah untuk tiap bulannya. Uniknya produk kerajinan daur ulang limbah ternyata mampu menembus pasar ekspor hingga berbagai Negara, misalnya saja kerajinan miniatur becak dari limbah logam, produk kerajinan daun kering, dan kerajinan ukiran kulit telur.

Oleh karena itu jangan pernah memandang remeh limbah atau sampah, sebab dari barang yang tidak berharga ternyata bisa menghasilkan omset puluhan juta bila kita mengubahnya dengan inovasi dan kreativitas. Berikut cara pembuatan kerajinan daun kering, yang menjadi salah satu produk bisnis kreatif daur ulang limbah.

Proses produksi

A. Pengeringan Daun

  • Pilih daun yang memiliki rangka atau tulang yang kuat, agar keindahan keindahan rangka lebih terlihat. Misalnya saja daun nangka, daun kelapa, daun lontar, rumput – rumputan, dll.
  • Kemudian rendam daun tersebut dengan menggunakan bahan kimia. Bila ingin menghasilkan daun dengan warna cokelat bisa menggunakan asam sitrat. Jika menginginkan daun berwarna – warni bisa merebusnya dengan pewarna.
  • Kemudian daun – daun tersebut ditiriskan, dan untuk mengeringkannya jemur dibawah sinar matahari.
  • Setelah kering, daun tersebut siap untuk dibentuk sesuai keinginan.

B. Pembuatan Produk

  • Proses pencetakan dimulai dengan membuat pola pada kertas karton sesuai bentuk yang diinginkan ( kotak kado, kotak tisu, bingkai foto, kotak pensil, dll )
  • Bila pola produk sudah selesai dibuat, selanjutnya bentuk produk yang Anda inginkan.
  • Bila produk sudah jadi, kemudian bisa ditempeli dengan daun – daun yang sudah kering. Atur daun sedemikian rupa, sehingga sesuai dengan pola yang Anda inginkan.
  • Setelah selesai menempelkan daun – daun dengan menggunakan lem, selanjutnya olesi produk yang telah dihias daun menggunakan pernis atau cairan untuk menjaga keawetan bahan.
  • Proses selanjutnya produk yang telah diberi pernis diangin – anginkan terlebih dahulu, jika sudah kering produk siap untuk dikemas. Untuk menjaga produk dari debu, anda dapat mengemasnya dengan menggunakan plastik kemasan yang bening. Agar keindahan produk dapat terlihat oleh para konsumen.

Kelebihan bisnis

Peluang bisnis kreatif daur ulang limbah memiliki banyak keuntungan, yang memudahkan para pelaku bisnis untuk menjalankannya. Kelebihannya antara lain membantu mengatasi permasalahan limbah sampah yang sering dihadapi masyarakat, sehingga bisnis semacam ini selalu mendapat perhatian para pecinta lingkungan dan pemerintah. Yang kedua dengan adanya bisnis kreatif ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, hanya dengan modal kecil masyarakat sudah dapat menjalankan bisnis ini.

Kekurangan bisnis

Walaupun bisnis ini terbilang murah dan mudah, namun untuk memperoleh limbah atau sampah dengan kualitas bagus masih sangat sulit. Sehingga para pengrajin terkadang memperoleh kendala dalam pencarian bahan baku. Selain itu sekarang persaingan bisnis kreatif daur ulang limbah juga terbilang cukup tinggi. Karena semakin lama semakin banyak para pengrajin kerajinan daur ulang yang menciptakan produk unik dan menarik.

Pemasaran

Untuk membantu pemasaran produk, Anda bisa menitipkan produk daur ulang Anda di berbagai toko swalayan, supermarket, toko kerajinan, toko souvenir pernikahan, atau bisa juga menitipkannya di galery kerajinan. Selain itu Anda juga bisa memasarkannya langsung dengan membuka kios atau toko di pusat keramaian, seperti mall, atau tempat wisata. Karena kerajinan yang kreatif dan unik, disukai oleh para wisatawan. Selanjutnya, untuk memperluas pasar Anda dapat mengenalkan produk daur ulang dengan mengikuti berbagai pameran yang sering diadakan di kota Anda. Bila ingin menjangkau pasar luar daerah atau luar negeri, Anda juga bisa memasarkannya melalui internet. Misalnya memasarkan melalui bisnis online dengan membuat website atau blog untuk bisnis tersebut. Sehingga pasar Anda tidak terbatas dalam kota saja.

Kunci sukses

Agar bisnis daur ulang Anda dapat meraih sukses, sebaiknya pilih bahan baku dari limbah yang ada di sekitar Anda. Sehingga mengurangi resiko sulitnya memperoleh bahan baku. Kemudian tingkatkan terus kreativitas dan inovasi produk, agar konsumen tidak bosan dan produk Anda tidak ditiru oleh pesaing lainnya. Disamping itu tanamkan image atau branding produk kepada para konsumen, jadi konsumen mengenali produk Anda yang berbeda dengan produk perusahaan lain yang bergerak dibidang yang sama.

Analisa ekonomi

Asumsi bisnis untuk bahan baku daun mencari dari lingkungan sekitar, dan lokasi produksi di rumah. Sehingga biaya sewa tempat dan pembelian bahan baku daun tidak dihitung. Per hari memproduksi 60 kotak kado dengan harga jual Rp 10.000,00 per buah.

Modal Utama

Peralatan

- Gunting 5 buah                                             Rp   30.000,00

- Cuter                                                           Rp   10.000,00

- Penggaris dan alat tulis                                 Rp   25.000,00

- Baskom 2 buah x @ 20.000,00                      Rp   40.000,00 +

Total                                                              Rp 105.000,00

Peralatan mengalami penyusutan setelah pemakaian 1 tahun ( 12 bulan ) dengan biaya sebagai berikut :

= 1/12 x Rp 105.000,00 = Rp 8. 750,00

Biaya operasional per bulan

Biaya produksi per hari

Bahan baku :

- Lem                                                              Rp   25.000,00

- Kertas karton @ 5.000,00 x 20=                     Rp 100.000,00

- Cairan pernis                                                 Rp   50.000,00

- Kemasan plastic                                            Rp   30.000,00 +

Total                                                                Rp 255.000,00

Transportasi                                                     Rp   25.000,00 +

Total biaya produksi per hari =                          Rp 280.000,00

Jadi biaya per bulan =

Rp 280.000,00 x 30 hari =                              Rp 8.400.000,00

Gaji karyawan 1 orang                                    Rp    700.000,00

Biaya promosi per bulan                                 Rp    200.000,00 +

Total biaya per bulan                                       Rp 9.300.000,00

Omset per bulan

Omset per hari = @ Rp 10.000,00 x 60 kotak = Rp 600.000,00

Omset per bulan = Rp 600.000,00 x 30 hari = Rp 18.000.000,00

Laba bersih per bulan

= Rp 18.000.000,00 – Rp 9.300.000,00 = Rp 8.700.000,00

 

Sumber : Majalah Digital Bisnis UKM, No. 6 – November 2012.

Kerajinan Bambu Indonesia Tembus Pasar Dunia

Melimpahnya persediaan pohon bambu di Indonesia ternyata bisa dijadikan sebagai peluang usaha baru yang cukup menjanjikan. Jika selama ini masyarakat luas hanya memanfaatkan batang bambu sebagai bahan bangunan rumah, kini bambu bisa disulap menjadi aneka kerajinan cantik dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Misalnya saja seperti aneka peralatan rumah tangga dari mulai alat makan, tambir, tempat tisu, tempat buah, lampu hias, pigura, serta beberapa hiasan ruangan lainnya.

Meskipun awalnya kerajinan bambu hanya diminati masyarakat di daerah pelosok, namun seiring dengan maraknya isu global warming di lingkungan masyarakat dunia, kini banyak orang yang tertarik menggunakan produk-produk ramah lingkungan untuk kehidupan sehari-hari mereka. Sehingga tidak heran bila permintaan pasar kerajinan bambu kini semakin melonjak bahkan tidak hanya menjangkau kota-kota besar saja, tetapi juga sampai tembus pasar mancanegara.

Konsumen

Target pasar yang bisa Anda bidik antara lain konsumen rumah tangga yang biasanya didominasi oleh kaum ibu-ibu yang mencari peralatan dan perlengkapan rumah, masyarakat umum yang tertarik dengan hiasan unik dari bambu (seperti pigura, miniatur rumah bambu, dll), serta hotel, restoran atau cafe-cafe yang membutuhkan furnitur serba bambu untuk mempercantik penampilan tempat usahanya.

INFO BISNIS

Saat ini para pengrajin bambu tidak hanya memproduksi aneka kerajinan untuk penghias ruangan saja, mereka mulai menciptakan inovasi baru kerajinan bambu yang lebih fungsional. Sebut saja kelompok usaha kerajinan Gapura Agung di Blitar, Jawa Timur yang mulai menciptakan satu set alat makan dari bambu (terdiri dari nampan bambu, gelas bambu, serta mangkok dan sendok dari tempurung kelapa). Selain itu ada juga Jatnika dari Cibinong, Bogor yang telah sukses melanglang buana berkat saung dan rumah bambu ciptaannya, bahkan sekarang ini Jatnika telah kebanjiran pesanan dari luar negeri, seperti dari Malaysia, Jeddah, serta Arab Saudi. Sangat menjanjikan bukan? Bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis kerajinan dari bambu, berikut ini kami informasikan cara sederhana yang bisa Anda praktekan langsung untuk membuat kerajinan bambu berupa lampu hias.

Cara membuat kerajinan lampu hias dari bambu :

Bahan:

- Bambu berdiameter 10 cm
– Lampu 5 watt
– Kabel secukupnya
– Cat atau pelitur
– Cat poxy clear
– Semen
– Amplas.

Cara membuat :

1. Pertama-tama pilihlah bambu yang cukup kering, dengan diameter sekitar 10 cm. Kemudian potong bambu tersebut dengan panjang kurang lebih 1,5 meter.

2. Untuk menghaluskan permukaan bambu, amplas seluruh permukaannya dan tambahkan cat atau plitur agar permukaan bambu tersebut menjadi halus dan mengkilap. Tunggu sampai cairan plitur atau cat benar-benar kering.

3. Langkah ketiga yaitu memilih salah satu ruas yang akan dijadikan dudukan lampu hias, pastikan ruas dudukan tetap utuh sedangkan ruas lainnya digergaji sebagian.

4. Bila ruas atas bambu sudah digergaji, maka lakukan pengamplasan agar terlihat rapi dan bersih dari serbuk bambu.

5. Tambahkan lubang di bagian tengah bambu untuk kabel.

6. Untuk membuat dudukan, gunakan semen dan dicetak menggunakan ember kecil dengan ketebalan semen antara 7-10 cm.

7. Untuk menambah kecantikan lampu hias, anda bisa menambahkan ukiran-ukiran pada bambu. Setelah semuanya jadi, lakukan pengecatan ulang menggunakan cat poxy clear agar bambu semakin mengkilap.

8. Terakhir, lengkapi dengan kabel dan lampu. Kerajinan lampu hias dari bambu siap dipasarkan.

Kelebihan Bisnis

Disamping permintaan pasarnya yang masih terbuka lebar, menjalankan peluang bisnis kerajinan bambu terbilang sangat menguntungkan bagi para pelakunya. Melimpahnya potensi bambu di alam Indonesia secara tidak langsung memberikan keuntungan besar bagi para pengrajin, sebab harga jual bambu di pasaran masih sangat rendah, bahkan saat ini sebagian pengrajin ada yang sudah membudidayakan bambu di pekarangan rumahnya. Sehingga bisa dipastikan modal usaha yang dibutuhkan juga bisa ditekan.

Keuntungan yang kedua, memproduksi aneka kerajinan bambu termasuk salah satu peluang bisnis yang ramah lingkungan. Limbah bambu yang dibuang tidak berdampak buruk pada lingkungan sekitar sehingga tidak memicu adanya global warming. Hal ini tentu memberikan keuntungan tersendiri bagi para pengrajin, sebab maraknya himbauan anti global warming di lingkungan masyarakat dunia secara tidak langsung berpengaruh terhadap minat para konsumen. Kini mereka lebih tertarik menggunakan produk-produk yang tentunya ramah lingkungan dan memanfaatkan potensi alam.

Kekurangan Bisnis

Kendala bisnis yang sampai saat ini masih dihadapi para pengrajin bambu yaitu sulitnya mendapatkan bambu yang kualitasnya benar benar bagus, baik dari segi ukuran maupun dari jenis bambu yang dibutuhkan. Selain itu, para pengrajin juga masih kesulitan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau serangan rayap yang bisa merusak produk kerajinan bambu (biasanya hama dan penyakit tersebut menyerang bambu yang usianya sudah cukup lama). Karena itulah, dibutuhkan kerajasama dengan pemasok bambu agar persediaan bahan baku Anda bisa selalu terjaga. Sedangkan untuk mencegah hama dan penyakit pada kerajinan bambu, Anda bisa mencantumkan cara perawatan dan pemeliharaannya pada setiap produk kerajinan yang Anda jual. Jadi, konsumen tidak perlu ragu lagi untuk membeli produkproduk yang Anda tawarkan.

Strategi Pemasaran

Untuk memasarkan produk kerajinan bambu, Anda bisa memanfaatkan teknologi internet guna menjangkau peluang pasar yang lebih luas. Melalui blog, website, atau situs jejaring sosial, Anda bisa menginformasikan produk-produk buatan Anda kepada masyarakat luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Melalui jaringan internet, kini Anda tidak perlu mengkhawatirkan lagi batas pemasaran produk Anda. Masalah jarak dan waktu bisa terbantu dengan adanya pemasaran secara online yang semakin memudahkan Anda untuk menjangkau konsumen selama 24 jam non-stop di berbagai belahan benua.

Strategi pemasaran lainnya yang bisa Anda jalankan yaitu menciptakan diferensiasi produk untuk memenangkan persaingan pasar. Strategi ini bisa Anda lakukan dengan cara meningkatkan kualitas produk Anda atau menciptakan inovasi desain produk yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan begitu, produk Anda memiliki nilai tambah yang tidak dimiliki para kompetitor Anda, sehingga pintu peluang untuk memenangkan persaingan pasar semakin terbuka lebar.

Kunci sukses

Adanya kreativitas dan inovasi dalam menciptakan sebuah karya menjadi kunci kesuksesan bagi Anda untuk menjalankan usaha kerajinan bambu. Semakin kreatif ide yang Anda ciptakan dan semakin inovatif produk yang Anda hasilkan akan memperbesar peluang bagi bisnis Anda untuk menuju pintu kesuksesan. Jadi, hindari pembuatan produk yang monoton (itu-itu saja) dan kembangkan ide segar Anda untuk mendatangkan omset yang lebih besar.

Analisa Ekonomi

Modal Utama

Mesin potong bamboo                                       Rp 12.000.000,00

Amplas mesin                                                  Rp   1.600.000,00

Kompresor kecil                                               Rp      800.000,00

Pain air brush                                                  Rp      300.000,00 +

Total                                                               Rp 14.700.000,00

Peralatan mengalami penyusutan setelah 5 tahun pemakaian :

= 1/60 x Rp 14.700.000,00 = Rp 245.000,00/bulan

Biaya operasional per bulan

Sewa tempat

(Rp 15.000.000,00 : 12 bulan)                        Rp   1.250.000,00

Bahan baku (bambu, pernis, cat, lampu, dll)   Rp 12.500.000,00

Gaji tenaga kerja(Rp 750.000,00 x 2 orang     Rp   1.500.000,00

Biaya listrik                                                 Rp      500.000,00

Biaya transportasi                                        Rp      750.000,00

Biaya promosi                                              Rp      500.000,00

Biaya penyusutan mesin                               Rp      245.000,00 +

Total                                                            Rp 17.245.000,00

Omset per bulan

Penjualan produk per bulan :

Alat makan : Rp 25.000,00 x 200 set              Rp   5.000.000,00

Lampu hias tempel : Rp 40.000,00 x 100         Rp   4.000.000,00

Lampu hias gantung : Rp 80.000,00 x 100       Rp   8.000.000,00

Pigura bambu Rp 15.000,00 x 150                  Rp   1.500.000,00

Miniatur rumah bambu Rp 50.000,00 x 50        Rp   2.500.000,00 +

Total                                                             Rp 21.000.000,00

Omset per bulan

Rp 21.000.000,00 – Rp 17.245.000,00 Rp 3.755.000,00

ROI (Return of Investment)

(modal awal : laba bersih per bulan) = 4 bulan

Nah, setelah membahas bersama peluang usaha kerajinan bambu Indonesia diminati pasar dunia ini, kini saatnya kita melangkah untuk mengikuti kesuksesan Jatnika dari Cibinong, Bogor serta kelompok usaha Gapura Agung, di Blitar, Jawa Timur dalam menjalankan bisnis kerajinan berbahan dasar bambu. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan menjadi salah satu ide bisnis bagi para pemula yang tertarik menekuni usaha yang ramah lingkungan. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah,
mulai dari sekarang. Salam sukses..

Sumber : Majalah Digital Bisnis UKM, No. 6 – November 2012.